Dinul Haq : Harus Ada Enviromental Impact Assessments Dalam Pembangunan
Jakarta, .- Pembangunan pada hakekatnya merupakan upaya menjadikan atau merubah sesuatu keadaan dari kondisi tertentu menjadi ke sesuatu kondisi yang terencana sehingga menjadinya lebih baik. Dalam kelangsungan proses pelaksanaan pembangunan meskipun manusia telah berupaya dengan melakukan penerapan kemampuan berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Ketua Senat Universitas Diponegoro (UNDIP) Dinul Haq menjelaskan tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pelaksanaan pembangunan akan dapat menimbulkan dampak terhadap manusia dan lingkungan hidup. Baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Sehingga dalam melakukan pelaksanaan kegiatan pembangunan diperlukan kebijaksanaan terhadap lingkungan yang berkelanjutan (sustainable development) sehingga hasil dari pembangunan tersebut dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Untuk itu, perlu dilakukan environmental impact assessment (EIA) atau yang dikenal dengan AMDAL.
EIA merupakan identifikasi suatu dampak lingkungan yang diakibatkan oleh suatu aktivitas dan mitigasi yang akan dilakukan yang melalui prosedur yang bertahap dan multidisiplin. Dari hasil EIA tersebut akan dihasilkan dokumen EIA yang merupakan sebuah dokumen teknis yangmengidentifikasi, memprediksi analisis dampak terhadap lingkungan dan juga sosial, budaya, dan kesehatan.
“Dari proses tersebut maka dapat dipastikan tranparansi dalam pengambilan keputusan, keterlibatan masyarakat dalam menilai dampak lingkungan, dan dipastikan proyek bersifat terbuka” demikian jelas Dinul Haq mahasiswa Teknik Geologi sebagai peserta EIA Training di New Delhi 16-17 Februari 2011.
Training ini diselenggarakan oleh NGO forum on ADB yang bekerja sama dengan ERC (EIA Resource and Response Center) yang bertujuan untuk melihat secara jelas penyusunan dan sosialisasi EIA ke masyarakat. Peserta dari training ini berasal dari Mekong, South Asia, South‐East Asia, Central Asia and Caucasus. “Permasalahan EIA di Indonesia dan negara-negara asia lainnya hampir sama yaitu belum adanya informasi secara terbuka ke masyarakat dan harus diperbaiki kedepannya” tegas Dinul Haq